Selasa, 09 Februari 2016

SOAL BI DAN BAHASAN



SOAL LATIHAN DAN PEMBAHASAN (1)

1.       Melalui Kopral Pujo yang hari itu pulang kembali ke markasnya di Dawuhan aku menitipkan pesan kepada Sersan Slamet. Aku minta izin beristirahat barang empat-lima hari.  “Mencari seseorang yang bias menjaga nenek yang sudah sangat renta,” begitu pesanku. Ternyata usahaku menemukan seseorang itu sangat mudah. Aku terkejut ketika menyadari semua orang di tanah airku yang kecil itu siap memenuhi segala keinginanku.

Nilai moral yang terkandung di dalam penggalan cerita di atas adalah …


a.       Kepentingan keluarga lebih utama daripada kepentingan pribadi.
b.      Orang berkedudukan selalu mendapatkan penghormatan dari bawahannya
c.       Orang berkedudukan lebih utama mendapatkan kesempatan izin
d.      Rakyat kecil lebih menghormati kepada pejabat
e.      Kekuasaan dapat menentukan mengatur segala sesuatu

2.       Mulai tahun ini, Negara-negara ASEAN disibukkan urusan krisis ekonomi dan finansial. Sejumlah Negara mengalami guncangan berat. Bahkan Indonesia dan Tiongkok mengalami kegalauan politik. Begitu halnya, Vietnam dan Filipina saling berebut Kepulauan Spratly, sedangkan ketegangan terjadi  di “segitiga emas” antara Kamboja, Thailand, dan Vietnam yang masing-masing mengklaim kawasan itu sebagai wilayahnya.

Penggalan tajuk rencana di atas mengandung maksud …


a.       Agar antarnegara mengharagai dan memahami kepentingan negara lain
b.      Agar ASEAN lebih meningkatkan semangat solidaritas.
c.       Agar memupuk  semangat bekerja sama antarnegara
d.      ASEAN tetap diperhitungkan sebagai kekuatan politik
e.      ASEAN tidak mudah digoyang oleh kekuatan lain


3.       Hatta maka dengan takdir Allah menganugerahi kepada hambanya, maka si Miskin pun menggali tanah hendak berbuat tempatnya tiga beranak itu.  Maka digalinyalah tanah itu hendak mendirikan tiang teratak itu maka tergalilah kepada sebuah tajau yang besar berisi emas terlalu banyak.  Maka istri itupun datanglah melihat akan emas itu, seraya berkata suaminya: “adapun akan emas ini, sampai anak cucu kita habis dibuat belanja.”

Pesan yang terkandung dalam penggalan cerpen di atas adalah…


a.       Hendaklah kita selalu tabah dan sabar dalam penderitaan
b.      Hendaklah kita selalu mengharap rahman dari Tuhan
c.       Kita wajib percaya bahawa Tuhanlah yang menentukan nasib manusia.
d.      Kemiskinan tidak menjadikan keputusasaan bagi setiap manusia
e.      Bekerja keras pasti akan mendatangkan kebahagiaan hidup

4.       Bila kau buka jendela untuk mendengar siapakah yang bercakap-cakap di taman,

Mereka sudah tak ada di sana

Mereka terbang ke seberang lautan bersama tiupan badai

Kota-kota mereka masih meninggalkan gema,

tapi selalu gelisah setiap mendengarnya dan hanya bisa menangkap

Ucapan yang terpenggal lantas bergegas melupakannya


Kau bermimpi  tentang kematian yang berulang-ulang
Tak terbayang petir, topan, dan halilintar sudah menunggu
Kau mengira sedang terbangun ketika Kau berjalan
Tapi rumput sedang terbangun ketika Kau berjalan di taman
Masih mengigau dalam kehidupan yang mati
Dalam mimpi kematian yang hidup berulang-ulang

Makna puisi di atas adalah…


a.       Kehidupan yang dibayang-bayangi oleh mimpi.
b.      Ketakutan yang dialami seseorang karena mimpi
c.       Kegelisahan yang dialami seseorang  akibat mimpi
d.      Mimpi yang mengganggu kehidupan seseorang
e.      Kebingungan yang terjadi karena pengaruh mimpi

5.       Sulit sekali menemukan kekurangan pada buku ini. Semua unsure yang seharusnya dimiliki sebuah karya fiksi terpenuhi oleh buku ini. Bagi siswa yang tidak senang membaca karya sastra memang buku ini tidak menarik sebab novel ini serius dan tidak cukup menarik.

Unsur yang dominan pada penggalan resensi di atas adalah…


a.       Kelemahan buku                                              d. buku yang tidak menarik minat baca anak
b.      Keunggulan buku                                             e. buku yang tidak bersifat menghibur pembaca
c.       Keunggulan dan kelemahan buku

6.       (1) Hakikat hidup adalah bekerja. Dapat dikatakan bahwa salah satu cirri manusia hidup adalah bekerja. Oleh karena itu, bekerja tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia, baik secara gisik maupun psikis.

(2) Antara bekerja dan kesehatan manusia saling berhubungan bahkan saling berpengaruh. Hal ini terbukti misalnya dari kenyataan bahwa seseorang menjadi lebih sehat bila ia bekerja daripada tidak bekerja. Atau kenyataan yang lain sebaliknya, yaitu seseorang yang bekerja malah menjadi sakit karena kondisi pekerjaannya tidak sesuai dengan karakteristik orang lain.

Titik pandang kedua paragraph tersebut adalah…


a.       (1) menyoroti hakikat hidup dan (2) menyoroti hubungan bekerja dengan kesehatan
b.      (1) menyoroti hakikat bekerja (2) menyoroti hubungan kerja
c.       (1) menyoroti karakteristik hidup dan (2) menyoroti manfaat kerja
d.      (1) menyoroti hidup sehat dan (2) menyoroti penentu hidup sehat adalah bekerja
e.      (1) menyoroti factor fisik dan psikis manusia dan (2) menyoroti karakteristik manusia

7.        Kalimat yang menggunakan kata penghubung korelatif adalah …


a.       Rumah itu tidak begitu besar meskipun begitu nyaman digunakan tempat beristirahat
b.      Tanaman juga seperti manusia yang memerlukan makan dan minum untuk kelangsungan hidup
c.       Tanaman itu bukan hanya hiasan, melainkan juga sebagai obat berbagai penyakit.
d.      Tidak boleh menyesali hidupmu sedemikian rupa, apalagi sampai menyesali orang tuamu sendiri
e.      Sekali, dua kali bahkan sudah sering saya menasihatinya, namun dia tidak menunjukkan perubahan

8.       Barangkali di sana aku akan hidup kembali. Di Jakarta tiada akan mungkin, teramat banyak ikatan. Boleh jadi dr. Hamzah akan menyesali aku, aku lari karena aku pengecut.  Apa boleh buat kalau memang begitu. Bagaimana juga aku harus menghilang dulu. Di sini terlampau banyak yang tidak berkenan dengan hatiku. Kelak habis setahun, dua, tiga bila sudah lepas jiwaku dari yang lama, bila terlepas sudah segala kenang-kenangan dan tenaga baru ada sudah padaku, aku akan kembali. 

Watak tokoh “aku” dalam penggalan cerpen di atas adalah….


a.       Angkuh                                               c. sabar                                                 e. kuat.
b.      Sombong                                             d. lemah

9.       TANAH KELAHIRAN

Seruling di pasir ipis merdu

Antara gundukan pohon pina

Tembang menggema di dua kaki

Burangrang-Tangkuban Perahu

Embun di pucuk-pucuk

Embun di air tipis menurun

Rasa kini menghimpun

Maksud isi puisi tersebut menggambarkan….


a.       Mengenang lagu daerah kelahiran                        d. bangga akan budaya di daerahnya
b.      Pemandangan indah nan sejuk di pegunungan       e. rindu akan tanah kelahiran.
c.       Suasana daerah berembun

10.   Penulisan kata baku terdapat pada pernyataan ….                                                                             a.       Apotik, hakekat, praktek                                    d. maksimal, diperlebarkan, ijin


b.      Sistem, hipotesa, jaduwal                                         e. alquran, ijazah,
c.       Antar Negara, pra sekolah, non kolestrol

PEMBAHASAN :

1.      NILAI MORAL : berkaitan dengan baik/buruk, santun/tak santun, perilaku positif yang dilukiskan melalui kepribadian. Nilai moral yang digambarkan oleh tokoh, yaitu adanya sikap untuk mengambil cuti bekerja demi neneknya yang sudah tua renta itu.

2.      TAJUK RENCANA : bagian/kolom/ruang dalam surat kabar yang berisi tanggapan penulis dari media itu terhadap suatu  peristiwa/keadaan secara objektif.  Yang dikemukakan dalam tajuk tersebut tentang krisis dan konflik di ASEAN.  Tujuannya, untuk menyadarkan pentingnya solideritas antara Negara-negara ASEAN dalam mengatasi masalah tersebut.

 (Misalnya kalau saya menulis : “Ujian tahun ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya. Perpaduan kurikulum antara KTSP dan K-13 ini perlu mempersiapkan materi secara selektif. Kecemasan dan rasa was-was pasti dialami oleh guru maupun siswa”  Mengapa menulis informasi ini?? Tujuannya agar siswa belajar/mempersiapkan materi)

3.      PESAN : disebut juga amanat.  Dalam suatu karya/karangan pesan pada umumnya disampaikan secara tersirat.  Untuk mengetahui pesan melalui penjelasan pengarang/penuturan/dialog tokoh/tingkah laku tokoh.  Dalam penggalan kisah tersebut tampak “..dengan takdir Allah menganugerahi kepada hambanya…” itu perlu digarisbawahi.  Pada kisah tersebut diceritakan bahwa secara tidak sengaja Si tokoh memperoleh emas dari dalam tanah.  Dari situlah pengarang bermaksud memberikan pesan kepada Anda/pembaca hendaknya kita percaya bahwa rezeki/anugerah merupakan takdir Allah.

4.      Maksud dan makna puisi disampaikan secara tersirat. Untuk mengetahui maksud perlu dimaknai setiap kata/baris/bait dalam puisi. Setiap kata akan bermakna konotasi/kias.  Perhatikan baris pertama dan kedua, kata taman bermakna suatu kebahagian, mereka sudah tak ada di sana, maksudnya, kebahagiaan itu banyak yang mencari/merebut, tergantung siapa yang paling dulu untuk meraihnya. Kata meninggalkan gema, artinya kebahagiaan itu selalu dicari dan dikenal  oleh siapa pun dan sampai kapanpun, tapi yang dilukiskan dalam puisi itu hanya mendengar dan menangkap tentang hidup bahagia itu, tanpa berusaha/gelisah. Bahkan ketika kata bahagia itu didengar justru meninggalkan begitu saja. Pada bait kedua, menunjukkan ia selalu memimpikan (mimpi = angan-angan) hidup bahagia, tetapi tidak mau berusaha, takut rintangan. Padahal kebahagiaan perlu perjuangan yang penuh dengan rintangan-rintangan. Anda perhatikan kata mati berulang-ulang = dia tak mau mendengarkan bahwa kebahagiaan itu perlu  perjuangan dan rintangan (petir, halilintar, topan dsb.). Mengira kebahagiaan itu datang dengan sendirinya ---sedang terbangun ketika sedang berjalan--- Gambaran sedang memimpikan kebahagiaan tanpa berusaha   ----sedang mengigau dalam kehidupan yang mati (gambaran mimpi) –baris terakhir gambaran mimpi terus menerus/hidup dalam mimpi.

5.      RESENSI : ulasan tentang kelebihan/kekurangan tentang suatu buku, berkenaan dengan isi, bahasanya, ataupun setingnya. Perhatikan kalimat pertama yang mengungkapkan kelebihan tentang karya, sedangkan pada kalimat ketiga diungkapkan kekurangan buku tersebut.

6.      TITIK PANDANG = pangkal tolak/landasan utama bagi seorang penulis dalam menyampaikan pendapat-pendapatnya.  Titik pandang paragraph, dapat dilihat dari bagian-bagian pendahuluan paragraph itu.  Anda perhatian paragraph (1) dikembangkan atas dasar hakikat hidup, sedangkan paragraph (2) hubungan bekerja dengan kesehatan.

7.      KONJUNGSI KORELATIF = konjungsi yang menghubungkan dua kata, frase, atau klausa, yang hubungan kedua unsure itu memiliki derajat yang sama. Hubungan konjungsi korelatif menghasilkan kalimat korelatif. Kalimat korelatif pada umumnya berupa kalimat majemuk.  Konjungsi korelatif : …bukan hanya…, …melainkan, … baik…maupun…

8.      PERWATAKAN/KARAKTERISTIK = cara pengarang menggambarkan tokoh untuk dikondisikan sebagai tokoh bersifat/berwatak tertentu. Melalui cara berpakaian, gaya hidup, bicara, tingkah laku/sikap tertentu akan menentukan watak tokoh itu.   Watak tokoh “aku” dalam penggalan cerita di atas digambarkan sebagai tokoh yang kuat. Digambarkan walaupun mengahadapi berbagai permasalahan tetapi tokoh aku tetap menjalani dengan sabar dan bertekat akan “hidup kembali” untuk mewujudkan keinginannya.  Jadi untuk menggambarkan karakteristik tokoh dalam cerita ada 2 teknik; yaitu : (1) teknik analitik, yaitu pengarang menggambarkan watak tokoh secara langsung.  (2) Teknik dramatic : karakter tokoh dilukiskan melalui : -- penggambaran fisik dan perilaku tokoh; -- lingkungan kehidupan;  -- melalui gaya bahasa/dialog; -- jalan pikiran tokoh; -- penggambaran melalui tokoh lain/dialog antartokoh.

9.      PUISI; pada umumnya kata-kata yang tersusun dalam puisi bermakna kias/konotatif.

Tembang = gambarang keindahan; embun = menggambarkan kesejukan, kedamaian/ketrentraman.  Perhatikan kata ‘rasa kini menghimpun’ = rasa rindu atas keindahan, kesejukan/ketentraman pada daerah kelahirannya. (rasa kini menghimpun = menahan rindu yang mendalam)

10.  PENULISAN KATA BAKU

a.      Apotek, hakikat, praktik                                  d. maksimum, dilebarkan, izin
b.      Sistem, hipotesis, jadwal                                 e. alquran, ijazah,
c.       Antarnegara, prasekolah, nonkolestrol





SOAL LATIHAN DAN PEMBAHASAN (2)

1.      Penggunaan pestisida dan pupuk kimia untuk tanaman dalam jangka waktu lama tidak lagi menyuburkan tanaman dan memberantas hama. Pestisida justru dapat mencemari lingkungan dan menjadikan tanah lebih keras sehingga perlu pengolahan dengan biaya yang tinggi.
Pokok persoalan dalam paragraph di atas adalah…
a.      Penggunaan pestisida dan pupuk kimia untuk tanaman
b.      Penggunaan pestisida tidak lagi menyuburkan tanaman
c.       Pestisida diperlukan untuk menyuburkan tanah
d.      Pestisida dapat mencemari lingkungan dan tanah menjadi keras
e.      Perlu pengolahan tanah dengan biaya yang tinggi

2.      Pembahasan karya tulis ini penulis awali dengan mengetengahkan masalah yang berkaitan dengan peranan pelajar dalam menciptakan kamtibmas. Secara umum, pelajar merupakan bagian dari masyarakat. Oleh karena itu, pelajar tidak mungkin terlepas dari tanggung jawab dalam kamtibmas, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mengingat luasnya jangkauan pembahasan maka pembahasan tersebut akan dibatasi ruang lingkupnya.
Pertanyaan yang sesuai dengan pendahuluan di atas adalah…
a.      Apakah generasi muda mempunyai sikap acuh tak acuh terhadap kamtibmas?
b.      Benarkah remaja merupakan bagian dari masyarakat?
c.       Kapankah remaja harus berperan langsung dalam menciptakan kamtibmas?
d.      Umur berapakah seseorang dikelompokkan sebagai remaja?
e.      Bagaimanakah hubungan remaja dan orang tua dalam menciptakan kamtibmas?

3.      PU        : Penduduk desa terpencil memerlukan sarana transportasi
PK        : Pak Pendik penduduk desa terpencil
K          : …
Simpulan untuk melengkapi penalaran silogisme di atas adalah…
a.      Pak Pendik penduduk desa terpencil sangat memerlukan sarana transportasi
b.      Penduduk desa terpencil seperti Pak Pendik memerlukan sarana transportasi
c.       Semua penduduk memerlukan sarana transportasi
d.      Masyarakat desa terpencil memerlukan sarana transportasi
e.      Pak Pendik memerlukan sarana transportasi

4.      Daftar Buku
(1) Kamus Kecil Kesusastraan Indonesia. Pengarang Sofyan Zakarya dan Suari Mariani Sofyan,
      Penerbit Singgalang Bandung, tahun 1981.
(2) Laut Biru Langit Biru, pengarang Ayip Rosidi, penerbit Pustaka Jaya, Jakarta 1977.
(3) Tata Bahasa Indonesia untuk SLTA, pengarang Gorys Keraf, penerbit Nusa Indah, Ende Flores,   
      tahun 1980.
(4) Kamus Ungkapan Bahasa Indonesia, pengarang JS Badudu, penerbit Pustaka Prima Bandung,
      tahun 1975.
Daftar buku di atas jika disusun menjadi daftar pustaka, urutan yang tepat adalah….
a.      1-2-3-4                                    c. 3-4-2-1                                 e. 4-3-2-1
b.      2-3-4-1                                    d. 4-3-1-2

5.      Kalimat di bawah ini yang menggunakan kata berhiponim adalah…
a.      Pemerintah menaikkan bahan bakar minyak di antaranya besin dan solar.
b.      Kita tahu bahwa tahu adalah makanan bergizi.
c.       Bisa ular bisa mematikan seseorang.
d.      Pukul berapa ia kena pukul?
e.      Syarat menjadi guru teladan harus sarat pengalaman.

6.      Kata yang mengalami penyempitan makna terdapat pada kalimat….
a.      Wanita Indonesia sudah maju di segala bidang.
b.      Bapak guru sedang mengajarkan bahasa Indonesia.
c.       Setelah lulus pendidikan, ia pergi berlayar ke mancanegara.
d.      Sarjana pendidikan harus mengabdikan diri pada bidang pendidikan.
e.      Berhati-hatilah bergaul dengan dia, karena kata-katanya manis.

7.      Para pemuda setempat hingga sekarang masih tetap memiliki minat yang tinggi terhadap kesenian tradisional. Namun, pada masa mendatang tetap perlu mendapat pembinaan secara maksimal oleh pemuda setempat agar kesenian tradisional ini tidak punah.
Kedudukan dan fungsi konjungsi dalam paragraph di atas menyatakan hubungan….
a.      Gabungan; bandingan                         d. pertentangan; bandingan
b.      Pertentangan; akibat                          e. pertentangan; tujuan
c.       Bandingan; tujuan

8.      Perusahaan pakaian milik perancang busana wanita terkenal, tempat mamaku bekerja, berbaik hati mau menelusuri semua tunggakan sekolahku.
Frase perancang busana wanita, termasuk frase yang ambigu, jika yang dimaksud seorang perancang yang menciptakan model busana untuk wanita, agar tidak menimbulkan makna yang salah, perlu diperbaiki menjadi…
a.      Perancang busana-wanita                  d. wanita perancang-busana
b.      Perancang-busana wanita                  e. wanita-perancang busana
c.       Wanita perancang busana

9.      (1) Suatu hari di sekolah diadakan diskusi bertema “Pengaruh rokok terhadap kesehatan”
(2) Moderator mempersilakan pemrasaran, dan selanjutnya pemrasaran berpendapat bahwa rokok merupakan teman akrab yang merugikan bagi pengisap atau pencandu.  (3) Sebab dengan merokok, kesehatan kita dirongrong pelan-pelan sehingga nantinya dapat mengurangi usia kita.  (4) Di samping itu, menambah pengeluaran yang seharusnya ditabung untuk hari esok. (5) Oleh karena itu kurangi atau berhenti merokok.
Kalimat persuasif dalam paragraph di atas terdapat pada kalimat …
a.      (1)                    b. (2)                c. (3)                d. (4)                e. (5)

10.  Setelah dituang dari tabung bambo, cairan manis (nira) tersebut kemudian disaring, ditampung dalam tempayan kemudian direbus sampai mendidih. Dalam waktu lebih kurang 2 jam cairan tersebut akan mengental dan berwarna coklat, selanjutnya diturunkan dan diaduk dengan posisi miring, agar menjadi dingin. Lebih kurang 20 menit cairan gula merah tersebut siap dicetak, sesuai dengan bentuk yang diinginkan.
Paragraph di atas dikembangkan menggunakan pola…
a.      Deduktif                      c. proses                      e. simpulan
b.      Induktif                        d. analisis


PEMBAHASAN :

1.       POKOK PERSOALAN = permasalahan yang menjadi inti pembahasan suatu teks. Pokok persoalan itu diebut juga sbagai isi paragraph/teks. (B)

2.       PERTANYAAN : berkenaan dengan berbagai hal
a.       Barang/benda (abstrak/konkret) ‘apa’
b.      Orang : ‘siapa’
c.       Waktu : ‘kapan’
d.      Tempat : ‘mana’/dimana
e.      Keadaan : ‘bagaimana’
f.        Alas an : ‘mngapa’

Pertanyaan ada yang cukup menggunakan atas jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’/’benar, atau ‘salah’ yang disebut pertanyaan konfirmasi/klarifikasi. Atau bahkan ada pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban/karena jawaban sudah terkandung di dalam pertanyaan tersebut, yaitu pertanyaan retorik.

Pada penggalan pendahuluan soal tersebut, dikemukakan tentang ‘peranan pelajarr dalam masyarakat.  Oleh karena itu, pertanyaan yang relevan dengan isi pendahuluan tersebut adalah (B)

3.       SIMPULAN : ada dua macam simpulan, yakni secara DEDUKSI dan INDUKSI. Simpulan  Deduksi, yaitu cara berpikir yang dilakukan terhadap data/pernyataan umum untuk kemudian ditarik suatu simpulan.  Salah satu simpulan secara deduksi, melalui penaran silogisme (tak langsung).  Penlaran secara silogisme memerlukan dua premis sebagai datanya. Yaitu Premis umum/mayor (PU), dan Premis yang kedua yaitu premis khusus (PK). Dari kedua premis tersebut , simpulan dirumuskan.
Teknik merumuskan simpulan penalaran silogisme adalah : subjek (S) premis khusus + predikat (P) premis umum = Simpulan
Kalimat pada PU = Penduduk desa terpencil (SUBJEK) +  memerlukan sarana transportasi (PREDIKAT), sedangkan PK =  Pak Pendik  (SUBJEK) +  penduduk desa terpencil (PREDIKAT)
SIMPULAN = Pak Pendik memerlukan transportasi.

4.       Daftar Pustaka (bibliografi) harus disusun secara alfabetis/urutan berdasar abjad. Penulisan bibliografi diawali dengan nama keluarga atau nama belakang pengarang.
Dengan memperhatikan nama-nama belakang pengarang tersebut :
Badudu, JS---;  Keraf, Keraf---;  Rosidi, Ajib---;  Zakaria, Sofyan---
(berdasarkan urutan tersebut maka jawaban : E)

5.       HIPONIM : lawan dari HIPERNIM. Hiponim = kata yang maknanya telah tercakup pada kata yang lain (minyak tanah, bensin, solar dikategorikan pada bahan bakar) (melirik, mengintip, memandang dikategorikan melihat) (A)

6.       MAKNA KATA MENYEMPIT/SPESIALISASI lawan dari MAKNA MELUAS/GENERALISASI. Makna kata terdahulu mencakup keleluasan makna dari yang sekarang. Makna sekarang mengalami penyempitan ( dulu kata SARJANA itu dimaknai, setiap orang yang pandai/cendikiawa. Sekarang dikatakan Sarjana, jika telah memiliki kualifikasi lulus dari kuliah dengan mendapatkan gelar sarjana) –(kata pembantu dulu dimaknai setiap orang yang tugasnya membantu sesuatu, tetapi sekarang kata pembantu dimaknai hanya terbatas pada pembantu rumah tangga)

7.       KONJUNGSI/KATA PENGGABUNG : yaitu jenis kata tugas yang menghubungkan dua klausa, kalimat atau paragraph. Dari kata penghubung itulah akan terjadi kedudukan dan fungsi konjungsi tersebut. Ada lima kelompok jenis konjungsi, yaitu : --koordinatif –subordinatif –korelatif –antarkalimat dan –antarparagraf.

8.       Yang ditanyakan pada konjungsi di atas adalah antarkalimat dalam paragraph tersebut adalah konjungsi (namun) kedudukan dan fungsinya mempertentangkan. (termasuk kata tetapi/akan tetapi) sedangkan kata (agar) menyatakan hubungan tujuan (termasuk kata biar, supaya)

9.       D

10.   C

Minggu, 27 September 2015

MATERI PENGAYAAN

PARAGRAF

Paragraf/alinea;  adalah bagian dari wacana yang merupakan satu kesatuan maksud.  Paragraf yang baik harus memenuhi criteria : (1) memiliki satu ide pokok/pikiran utama dan beberapa pikiran penjelas.  (2) antar kalimat dalam paragraph harus saling bertautan (berkoherensi) sehingga membentuk satu kesatuan maksud.
Untuk memperoleh koherensi, perlu penataan urutan kalimat dalam paragraf yang sistematis.  Karena tanpa adanya urutan kalimat yang tepat, koherensi tidak akan dapat diperoleh.

Untuk membentuk koherensi antar kalimat dalam paragraf, di samping urutan kalimat, juga digunakan penanda koherensi yang berupa; - pengulangan kata kunci; - pemakaian kata ganti; - dan pemakaian konjungsi (penghubung/transisi), di samping itu konjungsi bisa juga hanya ditunjukkan adanya situasi.

Hubungan/Koherensi kalimat dalam paragraf, antara lain ditandai oleh:

1. Pengulangan kata/frase kunci
Contoh : UNESCO berinisiatif untuk mengadakan pertemuan guna membahas rencana pemugaran Candi Borobudur. Dalam pertemuan itu disimpulkan bahwa bentuk stupa tidak akan diubah.

2. Kata ganti
Contoh :  Siswa kelas tiga wajib mengikuti prakerin. Setelah selesai prakerin mereka harus menyusun laporan sebagai syarat mengikuti Ujian Nasional. Tanpa adanya laporan prakerin, mereka tidak diperkenankan mengikuti ujian.

3. Konjungsi antar kalimat
Contoh : Kita sering melihat objek wisata candi dicoreng-coreng dengan cat berwarna mencolok. Bahkakan ada pula yang ditatah dengan pahat atau paku sehingga fragmen benda purbakala menjadi rusak.

Contoh lain : Kendaraan listrik merupakan solusi atas masalah polusi udara yang semakin meningkat. Namun demikian hingga kini belum ditemukan motor listrik yang setara jarak jangkaunya dengan motor bensin atau diesel. Sebab, kemampuan baterai sebagai sumber energi motor listrik sangat terbatas.

Beberapa contoh konjungsi yang juga sering digunakan untuk penanda hubungan/koherensi kalimat dalam paragraf.
a. Hubungan penguatan/tambahan; (selain itu; lagi pula;  di samping itu; demikian pula; tidak hanya.....; tetapi juga...)
b. Hubungan sebab-akibat (kausal); (oleh karena itu; akibatnya; maka; sehingga; )
c. Hubungan pertentangan; (akan tetapi; namun demikian; sebaliknya; padahal; sedangkan; sebenarnya; )
d. Hubungan tujuan; (untuk itu; untuk maksud tersebut; agar; supaya;)
e. Hubungan konsekuensi logis dari suatu keadaan/peristiwa; (tentu saja; sudah barang tentu; kalau demikian )
f. Hubungan ringkasan/simpulan; (jadi; memang; pendek kata; dengan demikian; kesimpulannya; )
g. Hubungan contoh; (contohnya; misalnya; sebagai misal; )
h. Hubungan perurutan; (kemudian; selanjutnya; setelah itu; seterusnya;)
i. Hubungan waktu; (ketika; saat itu; waktu itu; sebelumnya;)
j. Hubungan perbandingan; (seperti halnya; berbeda halnya; lain halnya; )
k. Hubungan pemilihan; (atau; bisa juga)

4. Koherensi yang dinyatakan adanya situasi
Perhatikan contoh koherensi yang ditandai adanya situasinya :Awah menambah senja lekas menggelap. Guntur menghempas-hempas di ujung langit. Jalan-jalan kosong lengang dan sepi. Beberapa orang bergegas lari menghindari hujan yang mulai turun.

POLA PENGEMBANGAN PARAGRAF

Satu paragraf/alinea dikembangkan dari satu ide pokok/gagasan pokok/pikiran utama.  Untuk mengembangkan paragraf banyak pola yang dapat digunakan.  Pada umumnya pola pengembangan itu mencerminkan adanya pola hubungan/penalaran paragraf tersebut.
Pola pengembangan tersebut antara lain : deduktif (umum-khusu); induktif (khusus-umum); sebab-akibat; akibat-sebab; analogi; proses; contoh/bukti; perbandingan; pertentanga; penegasan/penguatan; pemilihan; generalisasi; campuran berbagai pola dsb.

Berikut ini contoh pola pengembangan/penalarannya.
Perhatikan hubungan antar kalimat yang membentuk pengembangan paragraf berikut!

1. Deduktif
Faktor utama bersaing adalah SDM. SDM industri harus memiliki kemampuan teknis profesional, dan adaptif. Kemampuan teknis profesional adalah kemampuan untuk menghasilkan barang dan jasa dengan teknologi yang memadai.  Kemampuan adaptif adalah kemampuan untuk menyesuaikan dengan lingkungan alam, sosial, dan lingkungan kerja.  Selain itu, mereka juga harus memiliki kemampuan normatif, yang berupa etos kerja, disiplin, dan nilai-nilai dalam perusahaan itu sendiri.

2. Dengan alasan-alasan
Keluarga berencana buka semata bertujuan untuk membatasi kelahiran, tetapi lebih bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.  Ibu tidak terus merana karena setiap kali membawa beban berat di perutnya, mempertaruhkan nyawa pada saat melahirkan, lalu dengan susah payah merawatnya. Sang Bapak pun tidak terlalu berat dalam mencari nafkah. Anak lebih terawat dan terjamin masa depannya.

3. Sebab-akibat secara berantai
Stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat perlu dimantapkan.  Dalam situasi aman dan tertib masyarakat merasa nyaman untuk berusaha. Jika kesempatan berusaha baik, perekonomian berkembang baik juga.  Peningkatan ekonomi akhirnya akan mempengaruhi segala aspek kehidupan.

4. Seba-sebab
Lulusan SMA/SMK masih sulit mencari pekerjaan.  Hal ini disebabkan oleh masih rendahnya tingkat ketrampilan mereka.  Di samping itu, lapangan kerja yang dapat disediakan setiap tahunnya memang masih sangat terbatas.

5. Dengan contoh/bukti-bukti
Pruduksi dalam negeri tidak kalah dengan buatan mancanegara. Tekstil produksi kita laku keras di Amerika, Korea, Thailan, bahkan sampai negara Amerika berusaha keras memperkecil kuota. Perusahaan kaya di Indonesia mampu menembus pasar global.

6. Dengan perbandingan
Konsep pertarungan Tyson tampak sangat sederhana: serang lawan sampai roboh, dan ia menang KO. Berbeda dengan petinju legendaris Muhammad Ali, ia menggunakan seni dalam bertinju: memberi kesempatan kepada lawan untuk berekspresi dengan pukulan-pukulannya dan ia bertahan dengan seni-seni tangkisannya.

7. Dengan akibat dan bukti
Pengusaha memandang iklan sangat berperan dalam mempengaruhi konsumen.  Akibatnya mereka lebih banyak berusaha memikirkan desain iklan daripada memikirkan mutu produksi.  Hal ini terbukti dari hasil pengujian terhadap barang-barang konsumsi di lapangan.  Banyak barang yang iklannya gencar ternyata mutu produknya di bawah standar.

8. Dengan penguatan dan pertentangan
Manusia diizinkan oleh Tuhan untuk memanfaatkan isi alam ini. Bahkan isi alam ini memang disediakan untuk manusia, sebagaimanan Tuhan menyebutkan bahwa manusia adalah khalifah di bumi.  Akan tetapi manusia tidak diizinkan menyakiti, menyiksa, ataupun menyia-nyiakannya.

9. Pengembangan dengan contoh
Banyak kesenian daerah yang terancam eksistensinya.  Wayang beber di Gunungkidul, Yogyakarta telah puluhan tahun kehilangan pemirsa.  Tari Topeng Losari Cirebon yang laris pada tahun 70-an, sejak tahun 90-an tidak ada lagi generasi yang meneruskannya.

10. Pengembangan secara analogi
Planet Mars banyak memiliki persamaan dengan bumi baik dalam hal atsmosfir, musim, maupun temperatur.  Oksigen rupanya ada juga, demikian pula air.  Jika di bumi ada makhluk hidup, tidak tertutup kemungkinan di Planet Mars juga ada kehidupan.

11. Pengembangan dengan generalisasi
Giri seorang lulusan SMK yang sukses berwiraswasta.  Ketika ditanya apakah ia memiliki modal besar pada awal usahanya, jawabnya tidak.  Gino seorang lulusan SMK yang kini memiliki bengkel besar.  Ia juga mengatakan bahwa ia bersal dari keluarga kurang mampu yang tidak memiliki modal.  Ternyata, kunci sukses bukan karena banyaknya modal, tetapi karena keuletan.



LATIHAN

Tentukan jenis kesalahan kalimat berikut, dan ubahlan menjadi kalimat efektif!

1. Kedatangannya Bapak Bupati sangat diharapkan sekali.
2. Meskipun ia pandai, tetapi ia tidak pernah sombong.
3. Ketika jemputan datang, dari kami semua sudah siap.
4. Setelah berulangkali ia berlatih barulah bagus prestasinya.
5. Antara sesama peserta seminar saling bertukar pikiran.
6. Pada PON yang baru lalu mengikutsertakan para penyandang cacat.
7. Untuk orang tuanya sendiri diberikan uang setengah juta rupiah.
8. Bagi saya sangat tertarik terhadap cara dia berpakaian.
9. Rumahnya Pak Hari yang baru dibangun itu mau dijual.
10. Kedua orang itu bertengkar saling dorong-mendorong
11. Dirgahayu HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
12. Kami telah membicarakan tentang masalah lingkungan hidup ini hari.
13. Penyelundup obat itu berhasil ditangkap polisi.
14. Bersama surat ini kami beritahukan bahwa...
15. Bagi siswa yang terlambat, harap melapor guru yang piket

Sabtu, 29 Agustus 2015

KALIMAT PERINTAH

KARAKTERISTIK KALIMAT PERINTAH

1. Menggunakan kata kerja taktransitif, pada umumnya disertai partikel -lah pada predikat dalam  
    kalimat.
    Contoh : belilah rumah tua itu!
2. menggunakan kata tolong, coba, dan silakan untuk memberikan kesan halus/sopan pada kalimat
    perintah.
    Contoh : tolong kirimkan uang ini pada adikmu!
3. Didahului kata 'jangan' untuk menyatakan larangan.
4. Dalam bahasa tulis, kalimat tanya diakhiri tanda seru (!)

Senin, 17 Agustus 2015

PENGGUNAAN KALIMAT TANYA

Menanyakan sesuatu dengan maksud untuk mendapatkan suatu jawaban. Unsur terpenting dalam kalimat tanya ditekankan pada intonasi pengucapannya.
Macam-macam kalimat tanya :
1. kalimat tanya biasa; yakni kalimat tanya yang menggali informasi. Rumus kalimat tanya pada    
    umumnya menggunakan unsur 5W + 1H (what, when, where, who, why,  dan  how) Rumus ini  
    biasanya digunakan untuk wawancara atau dialog. Pertanyaan-pertanyaan diajukan kepada
    narasumber sehingga akan mendapatkan jawaban secara jelas.
    Contoh : mengapa pengairan untuk tanaman padi harus cukup?

2. Kalimat tanya retorik/retoris; yakni jenis kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban. Kalimat tanya
    retorik, jawabannya sudah diketaui oleh kedua belah pihak, atau kalimat tanya yang jawabannya
    sudah terkandung di dalam pertanyaan tersebut.
    Contoh : bagaimana nilai Anda baik, belajar saja tidak pernah?

3. Kalimat tanya konfirmasi/klarifikasi; suatu kalimat tanya yang menanyakan sesuatu yang
    jawabannya cukup ya/tidak, benar/salah.
    Contoh: Apakah Ayah Andi pulang?

4. Kalimat tanya tersamar; yaitu kalimat tanya secara tidak langsung, bukan menggali informasi,
    klarifikasi, atau konfirmasi, tetapi mengandung maksud tertentu. Pada umumnya pertanyaan
    mengandung permohonan, meminta, menyuruh, mengajak, merayu, meyakinkan, menyanggah,
    menyetujui, bahkan menyindir.
    contoh : tidak keberatankah Anda untuk antri?

APA YANG DIMAKSUD PERTANYAAN TOTAL DAN PERTANYAAN PARSIAL?

Pertanyaan total adalah kalimat tanya yang meminta informasi mengenai seluruh isi pertanyaannya. (biasanya menggunakan intonasi tanya dan menggunakan partikel (kah) atau (apakah). Jawabannya cukup dengan kata (ya) atau (tidak)

Pertanyaan parsial adalah kalimat tanya yang hanya meminta informasi sebagian dari pertanyaan itu. Kalimat tanya seperti ini biasanya menggunakan kata tanya tertentu.

Rabu, 29 Juli 2015

LOWONGAN KERJA

Yang paling dicari oleh setiap yang belum mendapatkan kesempatan kerja atau ingin memperbaiki tingkat penghasilannya. Blog ini hanya ingin menyampaikan pesan penting, kenali alamat atau domisili di mana institusi yang akan dituju? Siapa yang harus betanggung jawab dalam perekrutan itu? Apa kedudukan dan tugas Anda pada insititusi yang membutuhkan tenaga kerja? Bagaimana sistem kerja yang ditawarkan? Bagaimana solusi kontrak kerjanya? Pahami betul tingkat risiko yang akan diterima! Anda perlu profesional dalam mempertahankan kesanggupan Anda!

TAWARAN KERJA?
Siapa dia? Apa hubungan dengan Institusi yang ditawarkan? Apa tujuannya memberikan tawaran, membantu? Bisnis? atau yang lain? Jangan mudah percaya janji yang belum pasti! Jangan-jangan yang memberi tawaran butuh pekerjaan? Kalau beliau sendiri butuh kerja mengapa bukan dia yang melamar?